House Of Sampoerna : Museumnya Perokok

Pintu utama House of Sampoerna

Museum ini terletak di Jalan Taman Sampoerna nomer 6, Krembangan Utara. Letaknya tidak jauh dari Jembatan Merah. Museum ini buka setiap hari Senin-Sabtu jam 09.00-19.00 WIB dan Minggu-Hari Libur Nasional jam 09.00-18.00 WIB.

Baru memasuki pintu museum, bau tembakau sangat menyengat di hidung. Tidak heran karena selain ada museum ini, ternyata pabrik ini masih berproduksi setiap hari sampai hari ini. Pabrik Taman Sampoerna adalah pabrik Sampoerna pertama di Indonesia. Di pabrik ini setiap hari berproduksi dengan kurang lebih 3000 karyawan yang kebanyakan wanita sebagai pelinting rokok. Kapasitas melinting mereka adalah 325 batang per jam.

Sampoerna mengoperasikan tujuh pabrik di Indonesia. Dua pabrik sigaret kretek mesin di Pasuruan dan Karawang. Selain itu ada lima pabrik sigaret kretek tangan, tiga pabrik di Surabaya, satu di Malang, dan satu di Probolinggo.

Masuk ke ruang utama museum ada sepeda tua pendiri Sampoerna Liem Seeng Tee yang ditemukan di rumah peristirahatannya di Prigen. Sepeda ini sangat berharga bagi Liem Seeng Tee.

Sepeda berharga milik pendiri Sampoerna Liem Seeng Tee

Liem Seeng Tee adalah seorang yatim piatu. Dia meninggalkan keluarga angkatnya di Bojonegoro dengan menjadi gelandangan dan menjajakan makan di kereta api ekonomi Surabaya-Jakarta. Ketika uang tabungannya cukup, dia membeli sepeda ini untuk memulai usaha baru menjajakan arang di jalanan kota Surabaya.

Selain itu ada juga sepeda motor aset penting Sampoerna sampai tahun 1970-an. Sepeda motor 248cc ini masih bisa digunakan karena telah direstorasi pada tahun 2002 sebelum jadi koleksi museum ini.

Sepeda motor aset penting Sampoerna sampai 1970-an

Alat untuk riset and developmentย (R&D) yang pertama kali digunakan juga disimpan di museum ini. Penelitian dan pengembangan telah dan selalu jadi prioritas di Sampoerna sebagai bagian dari tradisi menuju kesempurnaan. Berawal dari peralatan yang sederhana ini, saat ini untuk divisi R&D dilengkapi dengan peralatan mutakhir dan mempekerjakan ahli dari berbagai belahan dunia.

Alat pemantau kadar air tembakau
Oven pengering tembakau yang digunakan di daerah Lombok

Kemasan rokok Sampoerna dengan berbagai merk dan tahun pembuatan yang lama tersusun rapi di lemari kaca. Kemasan rokok tersebut yang saat ini sudah tidak di produksi lagi.

Kemasan rokok Sampoerna dengan berbagai merk
Kemasan rokok yang sudah tidak diproduksi lagi
Kemasan yang sudah tidak diproduksi

Pertama kali diproduksi, kemasan rokok dicetak dengan mesin cetak kuno. Kotak rokok, label, dan barang cetakan lainnya diproduksi dengan mesin cetak tua ini yang sebenarnya masih dapat difungsikan. Tetapi sejak tahun 1990-an barang cetakan diproduksi di pabrik modern dan canggih di Pandaan dengan output 40 kali kapasitas mesin cetak tua.

Mesin cetak tua

Di sisi menuju tangga ke lantai dua ada peralatan marching band. Marching band dimainkan oleh 234 pekerja termasuk para wanita pelinting rokok. Marching band Sampoerna mewakili Indonesia pada tournament of roses di Pasadena, California, Amerika Serikat pada tahun 1990 dan 1991.

Marching band Sampoerna

Seorang anak laki-laki kecil dari Belanda yang pernah tinggal di Indonesia mengkoleksi bungkus korek api. Bungkus korek api ini tersimpan rapi di dalam etalase dan dilengkapi dengan silica gel untuk menjaga kelembabannya. Secara berkala, etalase ini dicek suhu dan kelembabannya agar koleksi tetap terjaga keasliannya.

Koleksi kemasan korek api

Naik ke lantai dua ada gallery yang menjual beberapa pernak pernik dan merchandise. Dari lantai dua ini kita dapat melihat langsung proses produksi melinting rokok dengan tangan yang dilakukan oleh kurang lebih 3000 pekerja wanita. Sayangnya masuk ke ruangan ini ada larangan menggunakan kamera dan video tanpa seijin petugas.

Aku yakin perokok di seluruh dunia sangat banyak jumlahnya. Terbukti dengan semakin berkembangnya pabrik ini. Dan setauku, semua pabrik Sampoerna yang ada di Surabaya mempunyai bangunan yang mewah. Karena aku pernah masuk disalah satu pabrik Sampoerna, interior layaknya kita berada di mall. Apalagi bangunan luarnya, jangan ditanya lagi.

Dan sejak tahun 2005, PT. Philip Morris Indonesia mengambil alih saham yang awalnya 40% menjadi 90% lebih diambil alih. Sampai saat akhir tahun 2005, semua komisaris dan direksi mengundurkan diri dan digantikan dengan orang yang baru.

38 pemikiran pada “House Of Sampoerna : Museumnya Perokok

      1. Vera

        beneran ya mba hehe. aku udah lama ngak main ke sbya, pengen bnget juga ke kenjeran cupu blm pernah kesana.trus ke keputih ya , apa sih taman bunga atau apa itu

        Suka

      2. Iya srius.
        Aku mah seneng ada teman baru.
        Di keputih ada hutan bambu. Yang taman ada bunga sakuranya aku blm perna kesana.
        Drpd ke kenjeran mending ke surabaya north quay

        Suka

      1. Wih keren ada orang yang suka main ke museum,

        Kalo suka sih, saya suka juga, tapi jarang main ke sana hehehe baru main ke museum sandi, wayang, kereta, vredeburg atau apa itu

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s